Usia produktif hingga 30 tahun, Begini tambang andesit baru milik Indocement (INTP)

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mengabarkan pembukaan serta operasionalisasi tambang andesit anyar yang bertempat di wilayah Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di Jumat (30/10). Pembukaan serta operasionalisasi tambang anyar ini memiliki tujuan memberi dukungan upaya PT Tarabatuh Manunggal, materi anak INTP, dalam penyiapan batu split.

Batu split ini kedepannya dibutuhkan oleh industri beton siap gunakan (ready-mix concrete) serta upaya penyiapan bahan bangunan. Sekretaris Perusahaan Indocement Antonius Marcos berkata, nilai investasi yang digulirkan buat pembukaan tambang ini sebesar Rp 200 miliar.

Marcos berkata, operasionalisasi tambang batu ini sangat memberi dukungan penyiapan batu memiliki kualitas bagus buat pekerjaan usaha beton punya penghuni Index Kompas100 ini. “Usaha beton, tidak hanya butuh semen yang memiliki kualitas baik serta konstan, pun butuh pasir serta batu yang memiliki kualitas baik. Ini bakal tercukupi dengan beroperasinya tambang batu kami yang anyar itu,” kata Marcos pada Kontan.co.id, Senin (2/11).

Simak Juga : batu andesit

Akan halnya kemampuan produksi yang dipasang di tambang baru ini sampai 600 ton per-jam. Marcos menyambung, dengan situasi deposit waktu ini, tambang batu itu bisa bekerja buat jangka periode 20 tahun hingga 30 tahun.

Dus, waktu ini INTP belum punya ide buat mengakuisisi tambang batu lainnya pada tempo dekat. “Kami tetap akan focus buat mendapat optimum operasional efektivitas dari tambang tambang batu yang kami punya waktu ini,” ujarnya.

Indocement belum melansir laporan akunting kuartal ke-3 . Akan tetapi, apabila mengambil laporan akunting semester pertama 2020, pemasaran beton siap gunakan sampai Rp 464,54 miliar atau 7,52% dari penerimaan keseluruhan INTP dan jadi kontributor paling besar ke-2 buat penerimaan Indocement.

Penerimaan inti masih disumbang oleh pemasaran semen yang sampai Rp 5,71 triliun atau 92,4%. Akan halnya keseluruhan volume pemasaran INTP sejauh sembilan bulan awalan 2020 sampai nyaris 12 juta ton, atau terkontraksi lebih kurang 7% dari era yang serupa tahun silam.

Dalam analisanya, Rabu (21/10), Studi Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin mendata, seusai pemasaran di kuartal ke-2 melamban (3,3 juta ton, -9,5% yoy), volume pemasaran semen dalam negeri INTP di kuartal ke-3 selanjutnya bertambah jadi lebih kurang 4,6 juta ton, naik 39,1% secara kuartalan namun masihlah turun 6,7% secara tahunan.

READ  Tips Memilih Gorden yang Tepat untuk Jendela Rumah Anda

Baca Juga : batu split

Mimi mendata, di era Juli, Agustus, serta September 2020, INTP mendata peningkatan pemasaran secara bulanan. Mimi yakin, perkembangan bulanan yang positif tunjukkan kalau pekerjaan ekonomi sembuh.

Mimi pun yakin harapan INTP masih lumayan ceria pada tahun depan. Pekerjaan ekonomi yang lebih bagus tahun kedepan dianggap bisa memberi dukungan pemulihan bagian property. Oleh sebab itu, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan terdapatnya rebound volume pemasaran semen buat tahun kedepan.

Menurut perancangan budget pendapatan serta berbelanja negara (RAPBN) 2021, budget infrastruktur buat tahun 2021 senilai Rp 414,0 triliun yang tambah lebih tinggi dari tahun ini (outlook 2020 ada di angka Rp 281,1 triliun). Naiknya budget buat infrastruktur mengisyaratkan kalau pemerintahan bakal memercepat project infrastruktur tahun kedepan buat melunasi pelannya realisasi project tahun ini.

Satu diantara daya magnet konstituen Index Kompas100 ini yaitu status neraca bersih serta status kas bersih yang kuat maka INTP dianggap lebih kokoh pada keadaan yang tak tentu seperti saat ini. Dus, Mirae Asset Sekuritas membela rujukan trading buy saham INTP dengan tujuan harga Rp 13.600 per saham. Senin (2/11), harga saham INTP turun 0,20% ke Rp 12.200 per saham.