Tips Dan Teknik Memasarkan Perumahan High Class

Menjual rumah mewah merupakan tantangan tersendiri bagi seorang broker properti. Dengan penawaran harga yang tinggi, memang agak sulit untuk menemukan calon pembeli yang potensial.

Meski demikian, yang menyenangkan, Anda bisa meraup keuntungan yang cukup besar dari persentase harga penjualan jika berhasil memasarkan unit tersebut.

Rata-rata calon konsumen hunian mewah, baik rumah baru maupun seken, pastinya datang dari kalangan menengah ke atas. Dengan demikian, Anda harus memiliki strategi yang tepat untuk meyakinkan karakteristik konsumen pada segmen ini.

Dan untuk menghemat waktu Anda dalam proses pemasaran dan negosiasi yang bisa jadi akan berlangsung lama, maka pahami beberapa hal esensial berikut ini.

Strategi 1 : Dijual Cepat

Bagi pemilik rumah mewah atau properti premium, mereka tidak hanya mengandalkan Anda sebagai pihak yang membantu menjualkan rumahnya dengan cepat. Namun mereka juga berharap agar propertinya bisa terjual dengan harga yang terbaik tanpa mengenyampingkan privasi pemilik.

Sebagai broker Anda tidak bisa mengombinasikan ketiga hal tersebut secara bersamaan. Pilih mana yang jadi prioritas utama yang diinginkan si pemilik rumah. Bila mereka ingin rumahnya terjual cepat maka Anda tidak bisa menawarkan rumah mereka dengan harga yang terlalu tinggi.

Ini artinya hanya sedikit tempo waktu yang diberikan pemilik untuk memasarkan rumahnya. Akan tetapi, yang terpenting, rumah bisa terjual dengan harga wajar yang disetujui oleh klien.

perumahan mewah

Strategi 2: Harga Tinggi

Sementara itu jika pemiliknya merupakan investor, mereka tentu mengharapkan harga yang terbaik. Itu artinya Anda bisa menawarkan pilihan kepada mereka, ingin mengorbankan privasi atau jangka waktu pemasaran yang panjang?

Namun penjual seperti ini biasanya memang tidak terburu-buru untuk menjual rumahnya sehingga jangka waktu pemasaran yang lama bukanlah menjadi masalah. Tanyakan berapa lama rumah mewah mereka dipasarkan, apakah enam bulan, setahun, atau bahkan lebih dari itu? Semakin lama properti ditawarkan maka kemungkinannya semakin lama pula privasi pemilik akan terganggu.

Strategi 3: Privasi Utama

Sementara jika privasi menjadi prioritas utama, artinya rumah Anda harus segera terjual. Dengan demikian harga yang ditawarkan tidak bisa terlalu tinggi. Setidaknya tawarkan harga yang sesuai dengan pasaran atau bahkan di bawahnya.

READ  Alasan Kemenperin Apresiasi Produsen Baja

Dengan demikian si pemilik tidak akan diperlama dengan proses pemasaran dan negosiasi yang lama.