Progress Program Tapera Angkat Saham Sektor Properti

Beberapa saham bagian property nampak kuat bersama-sama bersamaan peningkatan Indeks Harga Saham Kombinasi (IHSG) pada perdagangan Kamis (4/6) ini. Sebutlah saja, beberapa saham bagian property yang jual rumah buat Warga Berpendapatan Rendah (MBR) atau rumah bantuan seperti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT PP Property Tbk (PPRo), serta PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA).

Berdasar pengamatan, saham Summarecon Agung dibuka kuat dari penutupan tempo hari yang di level Rp535 ke Rp545 per saham. Trend harga saham emiten berkode SMRA ini terus naik ke level Rp590 pada interval perdagangan siang.

Dengan penguatan itu, saham Summarecon Agung telah naik 26,11 % dalam seminggu. Selanjutnya, saham Ciputra Development dibuka kuat dari penutupan tempo hari di level Rp665 jadi Rp685 per saham.

Trend harga saham dengan code CTRA ini terus naik sampai kuat Rp675 pada interval perdagangan siang. Dalam seminggu, saham Ciputra Development naik 22,73 %.

Selanjutnya, saham PP Property dibuka kuat dari penutupan tempo hari di level Rp50 jadi Rp51 per saham. Trend harga saham dengan code PPRO ini terus naik sampai kuat Rp54 pada interval perdagangan siang. Dalam seminggu, saham PP Property naik 4 %.

Disamping itu, saham Nusantara Almazia dibuka kuat dari penutupan tempo hari di level Rp136 jadi Rp150 per saham. Tetapi, harga saham dengan code NZIA ini menurun sampai sentuh Rp139 pada interval perdagangan siang.

Dalam seminggu, saham Nusantara Almazia naik 5,3 % Tidak cuma saham bagian property, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) untuk penyuplai pembiayaan KPR turut terbang.

Saham BTN dibuka kuat dari penutupan tempo hari di level Rp1.010 jadi Rp1.030 per saham. Trend harga saham bank pelat ini terus terbangun di tempat Rp1.030 sampai interval perdagangan.

Dalam seminggu, saham Ciputra Development naik 28,21 %. SVP Research Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial memandang penguatan saham bagian property itu didukung sentimen positif pembukaan ekonomi.

“Reopening ekonomi membuat bagian property berjalan kembali lagi, walaupun cuma seperempat kemampuan sehubungan ada rekonsilasi etika baru berkaitan Covid-19,” katanya pada CNNIndonesia.com.

READ  Hal Ini Mudah Bikin Baja Ringan Berkarat

Disamping itu, bagian property memperoleh angin fresh dari program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Tetapi, sentimen Tapera tidak relevan pada bagian property.

Untuk info Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tanda-tangani Ketentuan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020 mengenai Penyelenggaraan Tapera pada 20 Mei kemarin. Dengan ketentuan itu nanti, upah pekerja akan dipotong sebesar 2,5 % untuk pungutan simpanan Tapera.

“Tapera sedikit pengaruhnya sebab keinginan masih loyo,” paparnya.

Selain itu, dia memandang valuasi saham bagian property condong turun tajam dari level psikologisnya. Dampaknya, saham bagian property jadi sasaran beberapa manager investasi untuk melakukan perbaikan portfolio mereka.

Seirama, Pendiri LBP Institute Lucky Bayu Purnomo memandang sentimen Tapera memberi sentimen positif walau benar-benar minim pada bagian property. Masalahnya Tapera adalah program periode panjang.

Pemerintah sendiri membidik penarikan pungutan simpanan Tapera baru diawali setahap pada 2021 akan datang. “Jadi, bagian property kuat sebab IHSG sedang dekati level psikologisnya ke angka 5.000,” katanya.