Ini Kata Bos KRAS, RI Dibanjiri Baja Impor

Direktur Khusus PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Silmy Karim mengemukakan persoalan khusus industri baja nasional terdapat pada industri baja hilir. Pada industri baja hilir tingkat utilisasi atau pemakaian kemampuan produksi dipasang rendah yang umumnya sampai 43%. Permasalahan banjir import baja pun jadi perhatian serius Presiden Jokowi.

“Kita waktu ini mengimpor banyak beberapa produk hilir baja. Ini bakal mematikan industri hilir, belum Krakatau Steel,” kata Silmy di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Dia meluruskan pandangan yang merasa KRAS pembuat khusus bahan konstruksi. KRAS sebagai penyedia baja buat industri.

“Orang sukai salah berpikiran kalau KS itu besi beton, konstruksi beton, gak. KS itu kuat buat pasokan baja buat industri,” tambahnya.

Silmy mengemukakan utilitas dapat dimaksimumkan dengan tutup keran import. Silmy yakin seusai menyaksikan perolehan KRAS yang pecahkan rekor produksi baja lembaran panas (Hot Rolled Coil/HRC) sampai 203.315 ton pada Oktober 2019. Setelah itu bulan yang lalu, KRAS rekor CRC sebagai turunan HRC lebih kurang 70 ribu ton.

“Mempunyai arti bila kita maksimum capacity […] lebih kurang 3,5 juta ton, bila kita dapat full utilisasinya, import dapat kita turunkan, ini bakal bikin sehat pabrik baja di Indonesia,” kata Silmy yang Ketua Umum Serikat Industri Besi serta Baja Indonesia (The Indonesian Iron & Steel Industry Association/IISIA).

Dia mengemukakan negara di pelosok dunia tengah mengawasi industri dalam negeri buat keperluan negaranya. Silmy mengakui tengah mengusahakan penuntasan yang menimpa industri baja nasional dengan Kementerian/Instansi berkaitan.

“Indonesia itu tumbuh perkembangan ekonomi terus naik, permohonan permintaan baja naik, masak kita pengin lihat import?” ujarnya

READ  Unik Untuk Ruangan Yuk Intip Model Plafon Rumah